Candi Cangkuang

blogger templates
Candi Cangkuang

Candi Cangkuang adalah candi yang pertama kali ditemukan di Tatar Sunda dan merupakan satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda. Candi Cangkuang terletak bersebelahan dengan makam Embah Dalem Arief Muhammad yaitu sebuah makam kuno pemuka agama Islam yang dipercaya banyak orang sebagai leluhur penduduk Desa Cangkuang.

Candi Cangkuang merupakan candi peninggalan Agama Hindu pada abad ke-8 yang direkonstruksi ulang pada tahun 1978. Bangunan aslinya hanya tersisa sekitar 40% dari reruntuhan saat ditemukan, dan selebihnya candi cangkuang dibuat dari campuran semen, pasir ,batu koral, dan besi. Candi ini terdapat di sebuah pulau kecil yang bentuknya memanjang dari arah barat ke timur dengan luas 16,5 ha. Pulau kecil ini terdapat di tengah danau
Cangkuang pada koordinat 106°54'36,79 Bujur Timur dan 7°06'09 Lintang Selatan.

Aktivitas
Candi Cangkuang berdiri di dataran mirip dengan pulau kecil di tengah danau bernama Situ Cangkuang, untuk mencapainya Anda membutuhkan sebuah rakit. Di daratan ini juga Anda akan melihat pemukiman adat Kampung Pulo dan makam Embah Arief Muhammad, beliau adalah leluhur Kampung Pulo dimana awalnya adalah utusan Kerajaan Mataram yang bertugas untuk menyerang VOC di kota Batavia. Akibat dari penyerangan yang gagal dan karena malu serta takut untuk kembali melapor ke Mataram maka ia dan pengikutnya memilih berdiam di Desa Cangkuang dan menyebarkan agama Islam di sini.

Di antara sisa-sisa bangunan candi ini juga ditemukan arca  di tahun 1800-an dengan posisi sedang bersila di atas padmasana ganda. Kaki kiri menyilang datar yang alasnya menghadap ke sebelah dalam paha kanan. Sedangkan Kaki kanan menghadap ke bawah beralaskan lapik. Di depan kaki kiri terdapat kepala sapi (nandi) yang telinganya mengarah ke depan. Dengan adanya kepala nandi ini, para ahli menganggap bahwa ini merupakan arca Siwa. Kedua tangannya yang menengadah di atas paha. Pada tubuhnya juga terdapat penghias dada, penghias perut dan penghias telinga.

Keadaan arca ini sudah terlihat rusak, wajahnya hanya datar, bagian tangan hingga kedua pergelangannya telah hilang karena faktor alam. Lebar wajah arca ini 8 cm, lebar pundak 18 cm, lebar pinggang 9 cm, padmasana 38 cm (tingginya 14 cm), lapik 37 cm dan 45 cm (tinggi 6 cm & 19 cm), tinggi 41 cm.

Lokasi
Desa Cangkuang terletak di sebelah utara Kabupaten Garut tepatnya di Kecamatan Leles, dengan jarak sekitar  17 km dari kota Garut atau 46 km dari kota Bandung. Untuk menuju Candi Cangkuang dari arah Bandung, Anda dapat menggunakan kendaraan mobil/ motor. Dari arah Bandung menuju Garut Anda akan melalui Kecamatan Leles hingga ditunjukan marka jalan yang sangat jelas menunjukkan posisi Candi Cangkuang. Masuk ke dalam sejauh 3 km dengan jalan beraspal yang dapat dilalui oleh mobil, motor dan delman.

0 Response to "Candi Cangkuang"

Loading....

Posting Komentar